
Menurut publikasi yang disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 9 Mei 2023, bahwa Kasus Human Immunodeficiency Viru (HIV) di Indonesia meningkat di tahun 2023. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Muhammad Syahril yang juga menyebutkan penularan kasus didominasi oleh ibu rumah tangga.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV mencapai 35%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kasus HIV pada kelompok lainnya seperti suami pekerja seks dan kelompok MSM (man sex with man). Aktivitas ini telah menyumbang sekitar 30% penularan dari suami ke istri. Dampaknya, kasus HIV baru pada kelompok ibu rumah tangga bertambah sebesar 5.100 kasus setiap tahunnya.
Penyebab tingginya penularan HIV pada ibu rumah tangga disebabkan karena pengetahuan akan pencegahan dan dampak penyakit yang rendah serta memiliki pasangan dengan perilaku sex berisiko. Ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV berisiko tinggi untuk menularkan virus kepada anaknya. Penularan bisa terjadi sejak dalam kandungan, saat proses kelahiran, atau saat menyusui.
Secara umum, penularan HIV melalui jalur ibu ke anak menyumbang sebesar 20-45% dari seluruh sumber penularan HIV lainnya seperti melalui sex, jarum suntik dan transfusi darah yang tidak aman. Dampaknya, sebanyak 45% bayi yang lahir dari ibu yang positif HIV akan lahir dengan HIV. Dan sepanjang hidupnya akan menyandang status HIV Positif.
Saat ini kasus HIV pada anak usia 1-14 tahun mencapai 14.150 kasus. Angka ini setiap tahunnya bertambah sekitar 700-1000 anak dengan HIV. Terkait dengan proses deteksi, Kemenkes mencatat hanya 55% ibu hamil yang di tes HIV karena sebagian besar tidak mendapatkan izin suami untuk di tes. Dari sejumlah tersebut 7.153 positif HIV, dan 76% nya belum mendapatkan pengobatan ARV. ini juga akan menambah resiko penularan kepada bayi.
Melihat sumber infeksi, dr. Syahril menilai penularan HIV masih akan terus terjadi. Sebab dari 526.841 orang dengan HIV, baru sekitar 429.215 orang yang sudah terdeteksi atau mengetahui status HIV dirinya. Artinya masih ada 100.000 orang dengan HIV yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan HIV ke masyarakat.
Tema Globa Hari Aids Sedunia 2023 adalah BIARKAN MASYARAKAT MEMIMPIN (Let Communities Lead). Dunia dapat mengakhiri AIDS, dengan komunitas yang memimpin. Organisasi komunitas yang hidup dengan, berisiko, atau terkena dampak HIV adalah garis depan kemajuan dalam respons HIV. Komunitas menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan publik yang berpusat pada masyarakat, membangun kepercayaan, berinovasi, memantau implementasi kebijakan dan layanan, dan menjaga akuntabilitas penyedia layanan.
Namun kepemimpinan masyarakat terhambat. Kekurangan pendanaan, hambatan kebijakan dan peraturan, keterbatasan kapasitas, dan tindakan keras terhadap masyarakat sipil dan hak asasi manusia masyarakat yang terpinggirkan, menghambat kemajuan layanan pencegahan dan pengobatan HIV. Jika hambatan-hambatan ini dihilangkan, organisasi-organisasi yang dipimpin oleh masyarakat dapat memberikan dorongan yang lebih besar lagi terhadap respons HIV global, sehingga mempercepat kemajuan menuju pemberantasan AIDS.
Hari AIDS Sedunia ini lebih dari sekedar perayaan pencapaian komunitas; ini adalah seruan untuk bertindak untuk mengaktifkan dan mendukung masyarakat dalam peran kepemimpinan mereka. Hari AIDS Sedunia tahun 2023 akan menyoroti upaya untuk mengeluarkan seluruh potensi kepemimpinan masyarakat guna mengakhiri AIDS.
Peran kepemimpinan masyarakat perlu dijadikan inti dalam semua rencana dan program HIV dan dalam perumusan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Kegiatan ini akan menjadi kesempatan unik bagi komunitas pencegahan HIV untuk mendengar, berdebat dan mempertimbangkan bukti ilmiah baru. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk menilai lanskap pencegahan yang semakin kompleks dan pertanyaan penelitian generasi berikutnya, termasuk pertanyaan mengenai vaksin HIV, dan interaksi vaksin dengan modalitas pencegahan non-vaksin.
Selamat Hari AIDS Sedunia semoga Indonesia segera dapat mengeliminasi AIDS dari sekarang.
